Serial Cinta

Serial Cinta Seperti angin membadai Kau tak melihatnya Kau merasakannya Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas Atau meluluhlantakkan bangun

  • Title: Serial Cinta
  • Author: Muhammad Anis Matta
  • ISBN: 9789791676328
  • Page: 114
  • Format: Paperback
  • Seperti angin membadai Kau tak melihatnya Kau merasakannya Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas Atau meluluhlantakkan bangunan bangunan angkuh di pusat kota metropolitan Begitulah cinta Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda Tak terlihat Hanya terasa Tapi dahsyat.Seperti banjir menderas KaSeperti angin membadai Kau tak melihatnya Kau merasakannya Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas Atau meluluhlantakkan bangunan bangunan angkuh di pusat kota metropolitan Begitulah cinta Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda Tak terlihat Hanya terasa Tapi dahsyat.Seperti banjir menderas Kau tak kuasa mencegahnya Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya Setelah itu ia kembali tenanng Demikianlah cinta Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuatan besar.Seperti api menyala nyala Kau tak kuat melawannya Kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunnggun Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi Atau meraung saat lidahnya melahap rumah rumah, kota kota, hutan hutan Dan seketika semua jadi abu Semua jadi tiada Seperti itulah cinta.Bukun ini memuat kumpulan tulisan Anis Matta pada rubrik serial cinta yang pernah dimuat di majalah Tarbawi.

    938 Comment

    • Fauziyyah Arimi says:

      Seorang saudara berkata bahwa karya Anis Matta yang berjudul ‘Serial Cinta’ ini adalah karyanya yang paling laris dibandingkan dengan karya-karyanya yang lain. Menyoal cinta berarti menyentuh saraf ketertarikan manusia secara umum. Itu fakta. Semua manusia selalu ingin berbicara cinta. Buku ini, seperti sempat saya katakan, tidak pernah saya niat-prioritaskan untuk saya beli dan jadi koleksi. Ianya berjodoh dengan saya sebagai hadiah langsung dari penerbitnya. Berbahagialah saya karena memba [...]

    • Hadiyatussalamah Pusfa says:

      Suka sekali sama buku ini. Saya merasa seperti sedang menyusun puzzle. Tiap chapternya saling melengkapi hingga terbentuk gambaran cinta yang, bisa dibilang, nyaris utuh. Tulisannya nyastra, kadang berputar-putar, seringkali puitis. Sangat khas Ust. Anis Matta. Suka <3 meski kadang ada beberapa bagian yang kurang saya pahami. Hehe.Intinya, memang jangan sembarangan mencintai. Dan jangan sembarangan mendeklarasikan cinta. Karena, saat berani berkata, "Aku mencintaimu" Maka sesungguhnya kita se [...]

    • New2n says:

      Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat. Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret [...]

    • Hasna Diana says:

      buku ini udah aku tunggu lamaaa banget, alhamdulillah, akhirnya keluar juga begitu lihat iklannya di majalah tarbawi, aku sms dan telpon di contact yang ada di iklan tersebut ternyata, kalo beli di contact tersebut, kena ongkos kirim, padahal cuma jarak pramuka-blok M, besar pula ongkosnya, 15 ribu, ck ckkan aku protes tuh, "Pak, kalau beli di teman saya, dia di toko Fatahilah, malah dapat diskon loh". Ehh ternyata malah si Bapak itu kenal dengan temenku yang di Fatahilah tersebut. Akhirnya, dap [...]

    • Rahmadiyanti says:

      Diksi tulisan-tulisannya emang "nendang"

    • Benny Jambak says:

      Ruarrrr Biasa!!! kalo gak percaya coba saja simak seri yg satu iniSeperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia [...]

    • Faizah Aulia R says:

      awalnya lagi baca blog orang yang kata2nya puitis bgt, lalu di about me si author bilang kalo yang mmpengaruhi tulisannya adalah tulisan anis matta dan dee berhubung udah pernah baca tulisan dee , saya setuju kalo dee penyampaian katanya emang keren, dan akhirnya saya penasaran sama anis matta , eh baru tadi malem nemu di rak buku teteh kosan yaudah sekalian baca aja , penasaran tulisannya kayak gimana sampe bisa bikin orang nulis lebih puitis lagi.ternyata serial cinta ini adalah kumpulan tulis [...]

    • Sandra Sopian says:

      Kata-katanya sederhana (duh tadinya saya tdk mau menggunakan kata2 itu karena sudah terlalu mainstream tpi perlu), menggambarkan Cinta dari sudut pandang agama, sastra dan manusianya itu sendiri.Entah apa yg saya suka dari tulisannya beliau. kadang menggetarkan, mengharukan, menjengkelkan, membuat lebay dan terlalu mendramatisir perasaan (sesuatu yg kerap saya musuhi). tapi selebihnya, yg unik dari sudut pandang beliau ttg Cinta adalah bahwasannya diatas Cinta yg kita alami, ada Cinta lainnya yg [...]

    • Ika Wafiqah says:

      Ternyata cinta mempunyai mekanisme sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalahnya.Pembiaran. Ya, pembiaran.Mereka dengan sengaja membiarkan sebagian masalah itu terjadi. Dan tidak memikirkannya. Apalagi menyelesaikannya. Karena tidak semua masalah memang harus dipikirkan. Karena tidak semua masalah memang harus diselesaikan. Karena memang banyak masalah yang selesai karena tidak dipikirkan dan tidak diselesaikan.Persis seperti kita membiarkan seorang bocah kecil menangis dan tidak menghiraukanny [...]

    • Shahkang says:

      Penulis menggarap konsep cinta dalam kepelbagaian situasi - ada yang dijangkakan pembaca dan ada yang benar-benar di luar jangkaan. Sesiapa yang menyangkakan bacaan ini untuk cinta remaja, maka ianya sesuatu yang salah. Anis Matta menggarap falsafah cinta jauh lebih agung daripada apa yang sering kali bermain di pentas pemikiran. Mainan kata Anis menggiurkan dan sejujurnya saya kagum dengan ketabahan beliau menghasilkan bahan bacaan hanya dengan satu tema umum - 'Cinta'.Sesuai, untuk sesiapa yan [...]

    • Teh says:

      dulu sering baca artikel2 ini d majalah tarbawi. seperti kebanyakan buku beliau, membuat qt termenung. qta jd punya konsep "cinta yg beda" sebagaimana orang lain memahaminyanyak yg qta belum tau,kadang tersindir jgnyak kisah/sejarah yg dinukilkan dlm artikel2 nya. dan tentunya dengan gaya bahasa nya yg indah dan nyastra bgt

    • Alfi says:

      Seperti dalam keindahan dan kerunutan orasi lisannya dapat pula kerunutan itu kita temukan di dalam buku ini, cinta terbahaskan dalam banyak cabang dan cita-cita. Saya sangat menunggu tulisan yang lebih depth dari seorang Anis Matta. Tulisannya cendrung generalities namun inspirational.

    • Gama Ramadhan says:

      "Seperti angin membadai. Kau tidak melihatnya. Kau merasakannya."Ya, Anis Matta has his own style.Buku ini paling tidak, memberikan sudut pandang yg luar biasa tentang dunia cinta. Tentang cinta yang mewarnai cita rasa peradabanve 3.5 stars for this book :)

    • Miftah Rinaldi says:

      cinta itu dapat membuat orang melakukan hal hal luar biasa dalam hidup nya

    • Mutiah says:

      Kerennnnn abizGue banget.hhehhehehehehe

    • Lani says:

      like it so much

    • Hernita says:

      cinta itu energi

    • Puji says:

      still readingka

    • Nur Jannah says:

      Sangat inspiratif

    • Isnaini Nuri says:

      hasil ngrampok punya si nana,,lumayan ada bahan bacaan selama di kereta,,,hohohohohhhKarena bacanya di kereta plus ngantuk2 jadi gak terlalu nangkep,,hehehehe

    • Shodeq Assisi says:

      Menemukan cara pandang baru dan berbeda dalam memahami cinta

    • Aditya Satrya says:

      Benar-benar karya yang romantis dan logis. Sangat cerdas!

    • Senja says:

      pernah sulit mengungkapkan apa itu cinta?buku ini menjawab dengan lugas, sederhana, cerdas, dan beautifully.

    • Hayu Ning Dewi says:

      kumpulan kisah cinta yang luar biasa

    • Muh. Ihsan says:

      Cinta yang menumbuhkan

    • Kurnia says:

      4 Bintang. Bahasa yang puitis dan kisah-kisah cinta inspiratif yang tersaji begitu memikat. Tentang cinta, jiwa, dan kehidupan. Hanya sangat menyayangkan kata-kata yang typo dan tidak sesuai EYD.

    • Budiman As'ady says:

      kumpulan tulisan yang menarik,sebagai Ustadz, Negarawan,salut!!!

    • Murniati Adama says:

      ingin memiliki buku ini

    • Hendraa7 says:

      luar biasa, tak pernah bisa berhenti mengagumi setiap kali membacanya lagi

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *